Month: November 2022

  • Telinga

     

     

    Telinga. Pasang  telinga. Pohon telinga. Daun telinga. Ada comelan: ‘Bagus, kupas tentang lidah, gigi, mulut, langsung ke kaki. Saya terlewati’.  ‘Aduh, maaf, telinga, kamu bukan terlewati tapi belum giliran. Sekarang giliran kamu,  telinga. Ternyata tembok juga ada telinga sehingga dengar semua apa yang kami omong’.

    Telinga. Kita manusia, tanpa telinga ibarat pohon tanpa daun. Telinga ada untuk dengar. Nafsu kita suka dengar apa saja, pasang telinga dan langsung telinga berdiri. Nalar kita mau dengar banyak pengalaman dan pengetahuan lewat telinga, hanya terkadang masuk lewat telinga kanan ke luar lewat telinga kiri. Naluri kita suka dengar ceritera suka-duka, sukses-gagal dari teman. Untuk dengar yang begitu-begitu, telinga berdiri. Nurani kita sering buka telinga lebar-lebar untuk hal-hal yang negatif sedang untuk hal-hal yang positif kita tutup telinga rapat-rapat.  (4N, Kwadran Bele, 2011).

    Jewer telinga, tarik telinga, cubit telinga sering terjadi dalam dunia pendidikan. Tidak boleh. Ini kekerasan.

    Telinga itu tempat hiasan tergantung, anting-anting, tempat gagang kaca mata dikaitkan. Serba guna.

    Telinga lambang diri pribadi manusia. Di kalangan suku Buna’, di pedalaman Pulau Timor, telinga itu mewakili diri pribadi manusia. Waktu masih ada perang antar suku, tahun 1800-san, musuh yang dikalahkan dipotong telinganya dan dibawa pulang oleh pemenang, dijemput di luar kampung, diarak,  lalu digantung di tiang induk di tengah kampung. Kemudian dipestakan dengan tarian ‘likurai’, tarian yang ditarikan oleh kaum perempuan dalam bentuk lingkaran, sambil memukul genderang kecil yang diapit di antara lengan kiri dan dipukul beriraman dengan kedua telapak tangan. Beberapa laki-laki menari dengan pedang terhunus sebagai tarian menang perang.

    Orang suku Buna’ ini juga ada kepercayaan, PENCIPTA DUNIA ini ‘ber-TELINGA satu, ber-MATA satu’ (Gepal kere’, Giral uen) artinya ketunggalan, tidak ada bandingnya karena DIA ada dengan sendirinya tanpa dijadikan oleh siapa pun. DIA itu maha mendengar, maha melihat, abadi.

    Telinga kita harus terpasang kepada SABDA dari TUHAN, bukan kepada yang lain-lain.

     

     

     

     

     

     

     

     

  • Rambut  

     

    Rambut. Ujung rambut. Hal kecil. Sehelai rambut. Ada arti. Rambut kepala. Pelindung. Kita manusia ditandai dengan rambut: rambut hitam, rambut pirang, rambut putih, rambut uban. Warna. Rambut ikal, rambut air, rambut lurus, rambut keriting. Bentuk. Pelihara rambut,  potong rambut, pangkas rambut, cukur rambut, sisir rambut, lepas rambut, konde rambut, ikat rambut,  minyaki rambut, rambut kotor, rambut kusut, rambut tumbuh, rambut subur . Rapih. Cuci rambut, bersihkan rambut,  tutup rambut, cat rambut, acak rambut, kepang rambut. Campur tangan.

    Kita manusia ada Nafsu untuk atur rambut sesuka hati kita. Ada Nalar untuk menata rambut. Lewat rambut asal suku dikenal, Naluri. Nurani kita membisikkan kepada kita untuk memuliakan TUHAN dengan berbagai cara: tutup rambut, cukur rambut, panjangkan rambut. Tanda serah diri kepada PENCIPTA. (4N, Kwadran Bele, 2011).

    Ada Nafsu untuk tampil apik dengan atur rambut rupa-rupa, itu manusiawi. Asal tidak untuk sombong. Nalar kita menemukan berbagai upaya untuk tata rambut. Temukan cat khusus untuk merobah warna rambut, ada minyak rupa-rupa untuk menghaluskan dan mengharumkan rambut. Ini semua upaya manusia melalui Nalar yang mengetahui berbagai pengetahuan dan pengalaman tentang rambut.

    Naluri kita langsung menyadarkan diri kita tentang asal-usul diri, rambut hitam dari Asia, rambut pirang dari Eropa. Rambut keriting dari daerah panas, rambut lurus dari daerah dingin. Sering kita berbangga dengan rambut kita, tapi sering pula merasa diri rendah atau saling mengolok atas dasar rambut.

    Kita manusia sadar-sesadarnya bahwa rambut itu diciptakan oleh PENCIPTA dengan tujuan yang luhur, demi kesehatan kita, melindungi kulit dan batok kepala kita. Rambut saja dijaga oleh setiap pribadi, maka kita sesama manusia saling menghargai atas dasar rambut, bukan sebaliknya, saling mencemooh atau merusak rambut dengan berbagai penyesuaian yang mendatangkan bahaya.

    Ada seorang bapak menghitamkan rambut dengan cara mengecat lalu menderita karena zat kimia dari bahan cat. Akhirnya meninggal dunia, meninggalkan isteri dan anak-anak yang masih kecil. Ini akibat mengutak-atik rambut terbawa arus Nafsu secara berlebihan, kurang memakai Nalar, menyusahkan keluarga secara Naluri dan dari segi Nurani,  merusak ciptaan TUHAN yang telah mengatur rambut pada waktunya untuk menjadi putih.

    Rambut menyadarkan kita untuk menjunjung langit menahan Nafsu, melindungi Nalar, merangkai Naluri dan menenangkan Nurani. TUHAN kita puji dan sembah dengan kepala tertutup rambut atau botak, tanpa rambut. Yang penting, mengharai dan mencintai sesama dan menyembah TUHAN. Itulah namanya bahagia, karena rambut.

     

     

  • AMBIL

     

    Ambil. Ambil itu selalu barang. Tidak mungkin manusia. Sering manusia disamakan dengan barang sehingga ada yang mengatakan, saya ambil dia sebagai isteri. Ini pelecehan. Pak Kepala ambil orang-orang dekat. Ini pun pelecehan. Yang ambil dan diambil sama-sama pada posisi saling melecehkan. Ambil itu terjadi pada si-pengambil dalam posisi berkuasa atas yang diambil. Sesuka hati, tanpa ada persetujuan dari yang diambil. Barang, tumbuhan, hewan ada pada posisi untuk diambil oleh siapa pun karena si-pengambil ada kebebasan sedangkan yang diambil tidak berada dalam posisi bebas.

    Kita manusia ada Nafsu, keinginan untuk ambil apa saja demi kebutuhan kita. Ini baik dan wajar.  Ambil secukupnya. Ambil lebih, rakus. Kita ada Nalar untuk timbang, apa yang diambil, di mana, kapan, untuk apa. Ambil seenaknya, bahayakan diri. Kita ada Naluri untuk ambil apa saja di sekitar kita sambil pertenggangkan sesama kita, mengganggu atau tidak. Ambil apa-apa sambil sikut sana sikut sini dianggap serakah. Kita ada Nurani yang membuat kita sadar bahwa apa saja yang kita ambil itu bukan milik kita, tapi milik Sang Pencipta, TUHAN. Ambil dengan penuh percaya dan penuh syukur. (4N, Kwadran Bele, 2011).

    Ambil untung. Ini masuk ranah Nafsu. Wajar. Ambil untung berlipat-lipat, itu yang dilarang. Ambil cuti. Ini masuk Nalar. Cuti supaya segar, sehat.  Ambil peran. Ini masuk ranah Naluri. Ini yang diharapkan. Tidak pangku tangan lihat derita sesama. Ambil hati. Istilah bagus. Masuk ranah Nurani. Ambil hati baru tusuk dengan belati, pembunuhan. Ambil hati untuk sehati, saling mengasihi.

    Ambil asal ambil. Ini keterlaluan. Tidak timbang, tidak tenggang rasa.  Hidup ini kesempatan ambil apa saja untuk hidup. TUHAN PEMBERI hidup siapkan semua untuk kita. Ambil saja. Asal ambil secukupnya.

     

     

     

     

     

  • Awal dan Akhir

     

     

    Semua ciptaan kecuali kita manusia, ada awal dan akhir. Kita manusia, ada awal, tidak ada akhir. Ini jangan ditanya pembuktiannya. Tidak masuk dalam logika. Percaya saja. Kita manusia ada kecualian. Ada awal lalu berlangsung terus dan terus, itulah yang disebut kekal, abadi. Lalu siapa yang buat itu? Kita manusia sendiri punya mau? Tidak. PENCIPTA punya mau. Mengapa atau bagaimana, tanya DIA. Berhenti bertanya, sekarang terima dan jalani. Bertanya itu buang waktu, karena tidak ada jawaban yang masuk di akal tapi masuk di hati.

    Kita manusia ini diciptakan dengan kelengkapan, empat unsur: Nafsu + Nalar + Naluri + Nurani. (4N, Kwadran Bele, 2011).  Ciptaan lain tidak diberi kurnia ini, binatang tidak, apa lagi tumbuhan. Dengan Nafsu kita mengingini segala yang baik untuk dinikmati. Keinginan, kerinduan, itulah Nafsu. Dengan Nalar, kita berusaha mengetahui dan mengalami apa pun saja yang ada dalam hidup kita ini. Dengan Naluri kita terdorong untuk berketurunan, berkerabat, bergaul antara sesama manusia. Dengan Nurani kita disadarkan untuk meyakini adanya PENCIPTA, Yang diberi gelar oleh kita dengan bermacam Nama dan Sapaan, seperti TUHAN, THEOS (Yunani), DEUS (Latin), GOD (Inggris), GOTT (Jerman). Pokoknya tiap suku bangsa ada sebutannya sendiri-sendiri tanda bahwa manusia ini percaya adanya DIA dan itu diletakkan di Nurani, disadari bersama lewat Naluri, dipahami lewat Nalar dan dinikmati lewat Nafsu.

    Empat N (4N) inilah yang abadi. Karena dengan Nafsu, kita mengingini kesenangan ada bersama DIA. Dengan Nalar, kita mengetahui dan mengalami  adanya kegembiraan ada bersama DIA. Dengan Naluri kita ada kepuasan ada bersama sesama dalam lindungan DIA. Dengan Nurani kita merasa bahagia menikmati belaian Kasih-NYA. Keterpaduan 4N dalam dirik kita inilah yang membuat diri kita manusia itu mengawali hidup dan melangsungkan hidup secara abadi dalam DIA dan bersama DIA tanpa ada akhir. Kekal. Abadi.

    Jadi awal itu kita alami. Akhir, kita tidak alami. Hidup itu yang ada dalam diri kita manusia, ada awal, tidak ada akhir. Nafsu + Nalar + Naluri + Nurani itu harta indah yang tidak boleh kita utak-atik dengan kesemberonoan dalam hidup. Nafsu buat kita senang. Nalar buat kita gembira. Naluri buat kita puas. Nurani buat kita bahagia. Empat hasil dari hidup ini: senang + gembia + puas + bahagia kita alami di dunia yang sementara ini dan akan kita akan alami terus dalam kekekalan, keabadian di Dunia sesudah dunia ini.

     

     

     

  • Dada

     

     

    Dada. Ini dadaku. Berani. Pasang dada. Siap berjuang. Elus dada. Menyesal. Tepuk dada.  Tobat. Pukul dada. Penasaran. Busungkan dada. Sombong. Lapang dada. Lega. Dada tipis. Penakut. Dada kuat. Bertahan. Dada burung. Bentuk dada yang membusung. Buah dada. Penyalur kehidupan.

    Kita manusia terdorong oleh Nafsu untuk memperoleh sesuatu, sampai pasang dada. Kita ada Nalar untuk mengetahui sesuatu tapi kalau gagal, elus dada. Kita ada Naluri untuk membela sesama, ini dadaku. Dalam Nurani  tersimpan rasa sesal kalau khilaf, tepuk dada mengaku dosa  di hadapan sesama dan TUHAN. (4N, Kwadran Bele, 2011).

    Tulang dada ada  untuk melindungi organ tubuh yang sangat penting, jantung. Di dada wanita TUHAN menaruh buah dada untuk menyalurkan  kehidupan bagi generasi penerus umat manusia. Manusia ada dada untuk menampung segala rasa suka dan duka. Dada terlindungi muka belakang, samping kiri kanan dengan tulang yang kokoh tanda ke-maha-bijaksana-an PENCIPTA untuk menjaga kelangsungan hidup manusia. Isi dada itu bukan hanya darah dan daging tetapi kasih dan cinta. Kasih kepada sesama, cinta kepada semesta ditampung dalam dada.

    Dada tidak dibusungkan untuk merendahkan sesama. Di hadapan sesama dada itu terbuka untuk menampung segala keluh-kesah, duka-lara. Dada siap untuk meluapkan rasa sesal serta tobat kepada DIA, MAHA PENGAMPUN. Kita elus dada menyaksikan begitu banyak dada secara cuma-cuma dibelah dan dilumatkan oleh sumpah serapah dan disayat belati benci.

    Mana dadamu, ini dadaku. Ini ungkapan keberanian untuk saling mengajak memerangi ketidak-adilan, mempertahankan  persaudaraan yang porak-poranda oleh iri dan dengki antar kita  manusia.

    Dada dipasang untuk menahan terpaan duka-nestapa yang menimpa sesama yang terpinggirkan dan terlupakan. Dada ada untuk mendekap sesama dalam pelukan mesrah menghirup udara rahmat dari Sang PENCIPTA. Syukur bahwa kita ada dada. Elus dada kalau salah. Tepuk dada tanda menyesal. TUHAN menerima setiap kita yang membuka dada untuk dihangatkan dengan olesan kasih tanpa pilih. Kita manusia semua ada dada. Itu tanda kita manusia sama dan satu di hadapan TUHAN MAHA SATU.

     

     

     

     

     

     

  • REBUT

     

    Rebut. Arti positif, upaya memperoleh sesuatu yang diingini. Secara damai. Arti negatif, rampas, dengan kekerasan, singkirkan saingan. Di kalangan masyarakat suku Buna’, di pedalaman Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur, ada kebiasaan, to wa’u,(bahasa Buna’), ‘baku rampas’. Satu tradisi, a nala to wa’u (baku rampas nasi sisa). Kalau ada makan bersama, maka yang tua biasanya meninggalkan nasi sisa di piring, beberapa sendok. Untuk apa? Dirampas oleh peserta yang lebih muda dalam perjamuan. Ini sebenarnya bukan ‘rampas’, tapi rebut. Nasi sisa dari yang dituakan itu direbut dengan gembira oleh yang muda-muda dan biasanya semua dapat bahagian sedikit-sedikit, biar hanya beberapa butir nasi. Apa tujuannya? Meperebutkan kearifan dari yang dituakan.

    Hidup ini sebenarnya rangkaian rebut-merebut. Nafsu untuk mendapat pujian direbut dengan merebut perhatian sesama. Nalar dipacu siang-malam untuk merebut kearifan dari siapa saja dan dari mana saja. Naluri membimbing untuk memperoleh kearifan dari orang yang pantas diteladani. Nurani merasa tenang dan damai sesudah merebut dan memperoleh nilai luhur dalam kehidupan. Gabungan antara upaya Nafsu + Nalar + Naluri + Nurani dalam merebut kenikmatan (Nafsu), kegembiraan (Nalar), kepuasan (Naluri) dan kebahagiaan (Nurani) inilah yang menjadi keasyikan dalam hidup sehari-hari. (4N, Kwadran Bele, 2011).

    Rebut hal yang baik, baik. Sering terjadi rebut-merebut hal yang disangka baik padahal rusak. Rebut kuasa. Kalau untuk melayani, baik. Kalau untuk menekan? Sayang! Segala upaya dan daya kita manusia, saya, anda, dia, kita, dikerahkan untuk merebut masa depan yang gemilang. Gemilang berkilau. Kalau itu gemilang dari emas asli, baik. Jangan sampai gemilang dari emas sepuhan. Terkecoh oleh Nafsu + Nalar + Naluri + Nurani yang disalah-arahkan.

    Di ujung jalan hidup kita ada yang gilang-gemilang. Itu yang namanya senang, girang, puas, bahagia abadi dalam genggaman Pencipta kita. Ayo, untuk rebut itu. Oh, TUHAN!

     

     

  • Filsafat Hidup

     

    Filsafat hidup. Hidup filsafat.  Pemikiran terdalam tentang hidup, filsafat hidup. Hidup jabarkan kebenaran, hidup filsafat. Filsafat itu hidup, tidak mati. Filsafat itu karya setiap orang, setiap orang berfilsafat. Siapa yang hidup berlandaskan kesalahan? Setiap orang hidup atas dasar kebenaran. Itulah hidup filsafat. Suka kebenaran, pikir kebenaran, ikut kebenaran, rasa kebenaran, itulah hidup filsafat.

    Nafsu, suka kebenaran. Nalar, pikir kebenaran. Naluri, ikut kebenaran. Nurani, rasa kebenaran.  Gabungan empat unsur dalam diri manusia yang senang, gembira, puas dan bahagia dengan kebenaran, itulah hidup filsafat. (4N, Kwadran Bele, 2011).

    Filsafat hidup itu sama dengan nilai hidup. Nilai itu selalu dalam arti positif, baik, benar, bagus (3B). Tiap kita manusia berjalan atas dasar filsafat yang kita cari, Nafsu, yang kita pikir, Nalar, yang kita ikut, Naluri, yang kita rasa, Nurani. Mengabaikan salah satu dari  empat usur ini, atau meninggalkan salah satu dari empat unsur ini,  malah menyangkal salah satunya, sama dengan menyangkal filsafat hidup yang sering terjadi tapi gagal terjadi. Filsafat hidup itu manusiawi, dan manusia itu filsafati. Benar, baik, bagus, itulah dasar hidup bersaudara, dan itulah filsafat hidup dan hidup filsafat.

    Bayi yang sedang menghisap susu ibunda, berfilsafat. Hanya belum diungkapkan dengan kata-kata. Bayi itu menyukai susu ibu, Nafsu. Mengetahui bahwa itu susu ibu, Nalar. Mulut menempel pada susu ibu, Naluri. Tenang menyusui, Nurani. Inilah filsafat tak terungkap dengan kata-kata tetapi dihayati dengan denyut jantung dan diraba dengan jemari tangan mendekap. Memarahi sampai membentak malah memukul bayi yang sedang menyusu, sadis. Begitu pun setiap kita manusia ini, saya, anda, dia, kita, sama persis dengan bayi yang sedang menyusui menghisap susu bunda, alam. Tidak boleh saling sikut. Sama-sama mau hidup.

    Filsafat hidup mendorong kita untuk sama-sama suka hidup. Nafsu. Sama-sama cari hidup. Nalar. Sama-sama nikmati hidup. Naluri. Sama-sama syukuri hidup. Nurani. Setiap kita anut filsafat hidup dan hayati filsafat hidup dalam arti yang asli ini, hidup yang baik, benar dan bagus. Pencipta kita, TUHAN, sebar kita dan huni bumi ini untuk hidup dalam filsafat hidup menjadi hidup filsafat. Itulah hidup bersaudara.

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

  • Filsafat Alam

     

    Berpikir tenang alam. Itulah filsafat alam. Alam itu segala yang ada ini. Kita manusia juga termasuk alam. Kita dalam alam dan kita adalah alam. Dalam alam ini hanya kita manusia saja yang dapat berpikir tentang alam, termasuk berpikir tentang diri kita manusia sendiri. Pikir tentang alam itu mulai dari alam ini berawal kapan, siapa yang buat alam ini dan apa tujuan dari adanya alam ini. Awas, jangan pusing.

    Memang pikiran seperti inilah yang orang sering enggan berfilsafat atau berpikir yang dalam-dalam. Filsafat itu memang pemikiran yang dalam. Yah, apa gunanya ada pikiran kalau hanya pikir yang dangkal-dangkal saja, mendatar, biasa-biasa. Harus sering pikir yang dalam. Itulah filsafat. Itu butuh ketenangan. Tidak bisa pikir dalam-dalam sementara lari-lari di lapangan. Tidak bisa pikir yang mendalam sementara mengantuk. Itu namanya mengelamun, mengkhayal.

    Alam ada sejak kapan? Banyak dugaan, ribuan tahun, jutaan tahun lalu. Boleh duga kapan saja, tapi yang nyata ialah alam ini ada. Siapa yang buat atau ada dengan sendirinya? Putar otak, kalau suda buntu, buat saja kesimpulan, alam ini ada yang buat. Kalau buat berarti pakai bahan. Bahan itu dari mana dan siapa yang buat bahan itu? Ini makin mendalam. Pikir harus ada ujungnya. Jangan gantung saja.

    Ujung itulah  kesimpulan, dan kesimpulan itulah kebenaran, dan kebenaran itu tidak mutlak karena kemudian orang lain pikir lagi dan temukan kebenaran yang lebih benar. Untuk sementara, buat satu kesimpulan, pakailah istilah cipta yang artinya, buat sesuatu dari tiada menjadi ada, dan yang adakan itu tidak diadakan. Dia itu sebut saja, pencipta. Di situ pikiran buntu, dan harus menyerah. Dalam penyerahan itu kita manusia katakan, ini di luar kemampuan pikiran saya, maka saya percaya saja.

    Kesimpulan sementara dan pegang kesimpulan ini, alam itu diciptakan oleh pencipta dan karena alam ini begitu luas, hebat, raksasa, maka penciptanya itu pasti jauh lebih hebat maka kita pakai istilah, Maha Pencipta. Di sini pikiran buntu, dan percaya, entah menengadah atau menunduk, itulah yang namanya ‘sembah sujud’, menyatakan diri kita manusia ada dari Yang Maha Ada dan kepada Dia kita sembah sujud dan bersyukur karena ciptakan alam tempat kita manusia ada.

    Alam diciptakan oleh Pencipta itu untuk kepentingan manusia. Ada alam raya, ada alam kecil. Alam kecil itulah diri kita yang kalau dibandingkan dengan alam sekitar, diri kita ini hanya setitik kecil saja yang bergerak memakai alam untuk melanjutkan kehidupan diri dan sesama. Berati kita ini bukan pemilik alam. Kita hanya ada di dalam alam dan memanfaatkan alam.

    Kita tidak ada hak untuk memiliki alam dan memakainya sesuka hati. Alam itu ada hukumnya sendiri yang harus kita patuhi. Dalam alam ada matahari, bulan, bintang. Kita punya pikiran yang ada dan tenaga terbatas sehingga yang jauh tinggi iu kita katakan langit dan yang kita injak ini bumi. Antara langit dan bumi itu ada udara. Dan hasil pikiran kita manusia yang begitu gemas untuk mengetahui, diketahuilah bahwa bumi ini ternyata satu bola kecil di antara bola-bola raksasa. Pernah ada pikiran bahwa bumi kita ini lapangan yang rata yang ada pinggirnya. Kemudian ada pikiran yang dibuktikan kebenarannya bahwa bumi ini bulat, bukan lempengan.

    Alam ini tidak boleh dilawan. Dikuasai sejauh ada manfaat untuk manusia. Bukit-bukit bisa digali untuk dapat batu-batuan atau barang lain seperti kapur untuk semen. Dataran bisa dibor untuk dapat minyak. Ini semua boleh sejauh manusia mampu. Tapi awas, manusia sudah juga berpikir dan tahu bahwa bukit-bukit itu digundulkan semua, hutan habis, air tidak ada, nanti ada padang pasir yang membuat manusia tidak bisa tinggal lagi di sana. Ini semua namanya hukum alam, dipelihara dan dimanfaatkan, boleh, dirusak dan dihancurkan, tidak boleh.

    Filsafat tentang alam ini menyadarkan kita untuk ada di dalam, jaga alam dan manfaatkan alam sejauh ada kebutuhan bagi kita manusia untuk hidup. Alam tidak boleh dipermainkan nanti dia mempermainkan kita. Alam tidak boleh dirusak nanti dia merusak kita. Alam ini ada untuk kita. Sujudlah kepada Yang Maha Ada yang telah adakan alam ini.

     

     

     

  • FILSAFAT KEMIRI

    Di tengah kota Kupang yang sering dijuluki kota karang berdirilah satu SMA yang masih baru, milik Serikat Sabda Allah, Societas Verbi Divini, SVD. Sesuai pelindungnya,  SMA ini bernama SMA  Santu Arnoldus Janssen. Sekolah ini dirintis oleh seorang Imam yang kelihatannya angker, suaranya menggelegar namun hatinya lembut, Pater Piet Salu SVD.

    Pendidikan itu ibarat pecahkan kemiri. Tidak dipecahkan, tetap utuh tak bermanfaat. Kalau dipecahkan, kulit yang keras terbuka dan terlihat isi yang putih. Terbuka, berguna untuk berbagai keperluan.

    Kemiri, buah yang sangat kita kenal. Pohonnya tinggi menjulang di mana saja, di halaman rumah atau di tengah belantara. Buahnya lebat, jatuh, kulit buahnya hancur, biji yang terlindung kulit yang keras tetap melindungi isi yang putih, lembut, harum berminyak.

    Kemiri tetap tak berguna kalau kulit bijinya yang keras itu tidak dipecahkan. Pecahkan dengan kekerasan. Kekerasan yang terukur dan penuh kehati-hatian. Karena kalau terlalu keras penuh amarah maka kemiri akan hancur baik kulit maupun isinya. Ini kesalahan dari pemukul maupun yang dipukul.

    Kemiri tidak mungkin pecah kalau hanya dengan ramasan tangan yang lembut. Biasanya dengan cara meniti atau menjepit dengan dua benda yang keras. Dititi di batu dengan batu atau dijepit dengan jepitan besi. Hanya meniti ini dengan sangat hati-hati karena isinya yang empuk itu kalau hancur tak laku untuk dipakai, entah untuk dipakai sendiri atau untuk dijual. Isi kemiri yang putih itu akan membawa berbagai makna untuk hidup manusia. Pada zaman penerangan dengan minyak atau listrik belum ada, kemiri inilah yang ditumbuk dan dijadikan bahan penerang dalam rumah.

    Pohon kemiri yang tinggi tidak menindih pohon lain. Ciri khas kemiri, kulit keras, isi lembut. Menyimpan minyak pelembut dan penyembuh. Berserah diri untuk dibakar jadi penerang. Inilah filsafat kemiri untuk suatu proses pendidikan yang tegas, jelas, lugas  dan tuntas.

    Membaca dan menulis. Dua kegiatan yang erat berkaitan untuk setiap orang terdidik. Membaca saja tanpa menulis, hampa. Menulis saja tanpa membaca, kosong. Pater Piet Salu bersama rekan-rekan Pengajar di sekolah ini mempunyai gagasan dan pelaksanaan yang luar biasa di bidang pendidikan. Siswa-siswa dibimbang dan dilatih untuk membaca dan menulis, menulis dan membaca sesuai bidang masing-masing.

    Remaja yang baru tamat SMP, mempunyai kebiasaan membentuk identitas diri lewat peristiwa atau tokoh-tokoh penting. Pengalaman dan pengetahuan menyatu dalam diri remaja SMA, kelas X sampai kelasXII. Sayang kalau tiga tahun ini siswa-siswi dijejali dengan berbagai cabang ilmu sekedar untuk lulus dalam evluasi demi evaluasi. Ilmu sudah disarikan dan ditulis oleh berbagai penulis dalam bentuk buku-buku yang mudah diperoleh baik cetak maupun elektronik. Buku-buku menumpuk di perpustakaan dan memenuhi ruang angkasa dalam bentuk buku elektronik. Gudang pengetahuan ada dalam buku-buku. Kalau para remaja tidak didorong untuk membaca dan menulis pemahamannya dalam bentuk  karya ilmiah, maka mereka ibarat ‘kutu’ yang merusak buku dan tunggu dimatikan oleh pemilik buku, ‘mati kutu’. Peribahasa ‘kutu buku’ mengisyaratkan buku-buku itu digerogoti oleh kutu-kutu, memakan lembar demi lembar sampai hancur buku itu. Inilah ‘kutu buku’.

    Tepat sekali Pater Piet bersama kawan-kawan guru memberi semangat untuk siswa-siswi di sekolah ‘Arnoldus Janssen’ ini untuk menjadi ‘Kutu Buku’, bukan ‘Mati kutu’. Judul yang sangat menantang untuk setiap pemegang buku ini. Dalam buku yang istimewa ini termuat karya ringkasandari 57 siswa-siswi. Itulah kebanggan dari para penulis ini dan membuat kagum adik-adik mereka lalu para orang tua bergumam, ‘Luar biasa anak-anak kami, mencerna berbagai buku dan meringkas isinya sebagai karya ilmiah penuh kearifan yang dituangkan oleh penulis buku yang mereka baca’.

    Sebagai penulis prolog ini, saya ingin membagikan pengalaman saya semasa di SMP dan SMA Seminari Lalian,dari tahun 1959 sampai tahun l966. Tujuh tahun lamanya pendirikan di Seminari, sekolah untuk calon Imam. Selama tujuh tahun itu saya berkeliling di lima benua, Asia, Eropa, Amerika, Afrika dan Australia. Berkeliling tidak memakai alat transpotasi laut, darat dan udara. TetapiBuku!! Buku-buku ilmu, Sejarah, Ilmu Bumi, Agama dan lain-lain mata pelajaran menjadi media utama untuk menjelajah dunia. Ini ditunjang dengan bacaan buku-buku roman, cerpen dan kumpulan puisi menjadi makanan dan minuman sehari-hari. Bekal di Seminari Menengah atau Pendidikan Menengah ini menjadi bekal yang sangat limpah untuk menggeluti buku-buku yang lebih berat di Seminari Tinggi Ledalero dan di Perguruan Tinggi yang lain di Jawa.

    Hasil dari membaca ini mendorong diri saya menjadi penulis, mulai dari SMP kelas tiga sampai sekarang. Sejak di bangku Seminari tingkat SMP dan SMAsayaterlibatsebagai dewan redaksimajalahsekolah, Sol Oriens.Selanjutnya, saya sudah menjadi penulis artikel-artikel untuk Mingguan Dian – Ende, Mingguan Hidup – Jakarta, Mingguan Peraba – Yogyakarta, Bulanan Trubus – Jakarta, Bulanan Busos – Surabaya, Majalah IntiSari, Jakarta.  Lalu sesudah selesai studi sebagai anggota masyarakat, saya menulis di Mingguan bahasa Inggris (Weekly) Asia Focus, Hongkong, harian Pos Kupang – Kupang, Timor Express – Kupang, buletin Carmelo– Kupang, Kompasiana – Jakarta.

    Dorongan menulis tetap ada sehingga ada 12 buku tebal-tipis saya tulis menyangkut buku-buku Agama, Sosial, Politik, Ekonomi, Budaya, Agama  dan Filsafat. Bidang tugas pun mempengaruhi untuk terus menulis dan dalam usia tujuh-puluhan ini saya menyelesaikan empat jilid buku Filsafat dengan judul ‘Kwadran Bele’ berisi teori temuan kecil saya dalam bidang pembangunan, menyangkut filsafat pembangunan.

    Dalam alinea di atas ini seolah-olahada penonjolan diri, tetapi mengungkapkan pengalaman pada tempatnya dan pada waktunya bukanlah satu tindakan yang ceroboh. Bisa terjadi bahwa ada yang mencap ‘sombong’, tetapi berbagi pengalaman kepada remaja yang begitu bersemangat untuk menulis, sangat pada tempatnya saya ungkapkan dengan lugas pengalaman saya.

    Buku ‘Lebih baik menjadi kutu buku daripada mati kutu’, karya para remaja ini menimbulkan rasa bangga yang luar biasa dalam diri saya sebagai penulis prolog. Pater Piet Salu yang kurang banyak senyum meminta untuk menulis prolog. Langsung saya terima dengan senang hati. Ada keyakinan dalam diri saya bahwa langkah yang ditempuh oleh Kepala Sekolah dan rekan-rekan Guru di SMA  Santu Arnoldus Janssen ini adalah langkah yang paling tepat. Saya yakin bahwa para remaja ini akan menjadi ‘kutu buku’.  Melalui pengetahuan dan pengalaman yang mereka peroleh dalam membaca dan menulis, para remaja ini akan menjadi pemikir, penggagas dan pelaksana pembangunan di segala bidang.

    Angkatan pertama, tahun ajaran 2021-2022 sebanyak 57 siswa-siswi yang tamat pada tanggal 5 Mei 2022 ini sudah memberikan teladan yang luar biasa bagi generasi selanjutnya. Mereka menjadi kebanggaan Sekolah serta para Guru dan Tenaga Kependidikan  yang telah menuntun mereka untuk menghasilkan karya yang sangat bermutu dan penuh daya tarik ini. Para orang tua pun pasti berbangga bahwa anak-anak mereka sudah mampu menembus dunia perbukuan lewat kegiatan membaca dan menulis. Bukti tertulis adalah buku ini. Karya ini adalah awal yang baik untuk karya ilmiah selanjutnya.

    Dunia pendidikan yang lebih tinggi terbuka lebar untuk menerima dan mengembangkan bakat-bakat para remaja ini. Kembali pada awal tulisan ini, ‘Filsafat Kemiri’.  Kalau para remaja ini tidak dituntun dengan keras dan tegas dalam membaca dan menulis, maka mereka ibarat sekarung kemiri yang ditimbang dan laku untuk digudangkan tanpa ada guna untuk dijadikan bahan olahan yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Kemiri harus dipecahkan tidak dengan kelembutan dan elusan  jemari saja, tapi harus dengan tenaga yang keras dan tegas tanpa menghancurkan.

    Salam sukses untuk para penulis, lima puluh tujuh remaja. Terimakasih berganda untuk Pater Piet, Kepala Sekolah, para Guru dan Tenaga Kependidikan yang berkeringat untuk membimbing para remaja ini. Sangat pada tempatnya para remaja ini bersyukur kepada TUHAN dan berterimakasih kepada Serikat Sabda Allah yang melalui Yayasan pendidikan Aryos yang telah mendirikan Sekolah ini. Pasti Santu Arnoldus Janssen  merestui dan mendoakan karya yang luhur ini.

    Salam, selamat membaca untuk semua yang sempat membuka-buka lembaran buku ini.

    Kupang, 19 April 2022

  • Solved: create company file

    how to set up a new company in quickbooks

    Use Method to manage multiple businesses in one CRM while keeping your QuickBooks data separate. Method’s multi-tenancy feature allows more than one QuickBooks database to sync to a single Method account. This is especially useful for managers who oversee multiple entities. Multi-tenancy effectively partitions the data by company within Method, but also allows a “head office” view to aggregate data across all companies. QuickBooks Desktop Pro, QuickBooks Desktop Enterprise, and Premier allow unlimited company files on one license. This feature is useful if your business functions with multiple locations and different systems.

    • As cash flow is vital for business commencement, it is essential to have a budget spreadsheet and a balance sheet in place.
    • Such insights empower businesses to make informed strategic decisions based on reliable and real-time information, ultimately fostering growth and sustainability.
    • To switch to a different company, select Settings and then Switch company.
    • Additionally, you should sign in as the primary admin to transfer the admin role to another user.
    • We’ll explore the benefits and potential limitations of this approach, shedding light on the key factors to consider when expanding your QuickBooks Online portfolio.

    How to set up separate accounts for each company, business, or location

    Since you can still see the transactions and you want to delete them, you can delete them manually and one by one. There are multiple ways to enter your customer and vendor beginning balances. Changing the access for one user’s role affects all other users with the same role. If you want to change the access for only one user, duplicate the role, assign the duplicate role to that user, and edit the permissions for the duplicate role. To create a new sales receipt, select Customers from the left-side menu, then New Transactions… and then Enter Sales Receipts. Before you run your first payroll, download the latest payroll tax table update.

    Can QuickBooks have more than one administrator?

    how to set up a new company in quickbooks

    Robert Rogers is a seasoned expert in the fields of sales tax, spreadsheets, and eCommerce. With years of experience and a passion for helping businesses succeed, Robert brings a wealth of knowledge and insights to Salestaxcel. To set up recurring payments, you’ll need to identify which customers or projects have ongoing billing needs. Once identified, input the payment details—like the amount, frequency (monthly, weekly, etc.), and due date—into your automation tool.

    Step 7: Import data from a previous accounting software

    how to set up a new company in quickbooks

    Your local and federal government websites are an excellent place to begin your research about legal requirements. If you’re going into business with a partner, then you will need to register as a business partnership or limited partnership. Expect to work with a lawyer and a tax professional to lay out your partnership type, terms, contra asset account and tax implications. This is a popular option for anyone who doesn’t have a lot of liabilities (for example, no employees or significant investments) when they start out. Being a sole proprietor could be an excellent option for those with a small side hustle or day job.

    • You can create different company files separated from each other in the same copy of the software.
    • Estimating the current and future value of your business idea and setting reasonable goals can help you win a piece of the pie.
    • With QuickBooks Online, businesses can streamline the process of setting up sales tax by selecting the appropriate tax agencies and tax rates, ensuring accurate calculations and reporting.
    • A new Auto-add Bank Rules feature in Quickbooks has made our lives easier and saves time as well.

    How to Add Another Business to QuickBooks Online?

    Imagine how to set up a new company in quickbooks setting up an address like laying down the foundation of a house—without it, you wouldn’t be able to build anything. Enter your company’s physical location, PO Box if applicable, and any other relevant addresses such as office or warehouse locations. This will help ensure that your business can be found easily by clients, partners, and even potential investors who might want to see where your operations are based. The best thing to do is to create a new company file and import the data that you need. Doing this will help you to have intact records of your customers transactions including their open balance.

    how to set up a new company in quickbooks

    Editing a User’s Role

    how to set up a new company in quickbooks

    You will need to chart your own course, remembering to start with your vision, research your opportunities, and record it all in a business plan or journal. Some work with partners to help them sell services in exchange for a commission or revenue share wherein one business gives a percentage of a sale. Revenue shares are common for small sales teams and business owners who want to expand without hiring more full-time employees. This will also serve as your tax ID so that you can pay federal, state, and local taxes.

    • Ultimately, the high number of features and the complexity of the tools makes for a steep learning curve compared to some alternatives we tested, like FreshBooks.
    • This meticulous approach not only streamlines your financial operations but also enhances the accuracy and reliability of your financial data.
    • When you start a business for the first time, consider finding an accountant or bookkeeper to advise on any other tax-related applications.
    • This is especially achievable if you embrace a cost-effective approach and reduce your initial expenses when starting out.
    • This feature is particularly invaluable when dealing with frequent transactions or large volumes of data.
    • This makes it easy for both you and the customer to understand the bill clearly.
    • I can help you with creating another company for your QuickBooks Online.

    Setting Up Project Tasks

    how to set up a new company in quickbooks

    The dashboard provides an overview of your company’s financial health, including a snapshot of your income, expenses, and profit. You can quickly view important financial metrics, such as bank account balances, outstanding invoices, and upcoming bills. If you’re a business owner or an accountant looking to streamline your accounting processes, QuickBooks Online is the perfect solution for you. Adding a new company to QuickBooks Online is a straightforward process that allows you to easily manage Airbnb Accounting and Bookkeeping financial transactions, generate reports, and stay organized.

    How do i add another company to my quickbooks account

    • Configuring permissions involves assigning specific rights, such as viewing, editing, or creating transactions and reports, to each user based on their role within the organization.
    • With the ability to automate tasks such as data entry and bank reconciliation, QuickBooks simplifies financial processes, minimizes the risk of errors, and ultimately saves valuable time.
    • Once the bank accounts are connected, enabling direct banking sync is like installing a smart lock that allows for automatic updates.
    • Click the Customize Data Layout button and then the Basic Customization Button, which you’ll find at the bottom of the Additional Customization window.
    • Furthermore, I have attached a comprehensive article on creating company files as an additional reference.

    This way, you can seamlessly switch between businesses and ensure your finances are always in tip-top shape. If you run multiple companies, you don’t have to buy a new copy of QuickBooks to manage each company’s finances. You can create multiple company files that are completely different from each other. Your new business will need a business bank account to track business expenses and take advantage of tax deductions and credits available to small business owners.