Day: March 15, 2024

  • Mulus

    Mulus itu biasanya halus. Halus mulus. Lewat filsafat ‘Kwadran Bele’ kata mulus ini kalau didalami maknanya, maka erat berkaitan dengan kata-kata, lurus, tulus, lulus dan kudus. Jadilah satu rumpun kata terdiri dari enam kata Indonesia, halus + mulus  + lurus + tulus + lulus + kudus. Enam kata ini boleh dicampur-adukkan tanpa perlu diurutkan sesuai penting tidaknya tiap kata itu. Yang jelas, enam kata ini berkaitan dalam arti memberi arti kepada hidup manusia yang harus seperti itu. Ini satu bukti kekayaan bahasa kita, Indonesia, sehingga kalau berfilsafat seperti ini, tidak perlu memakai bahasa asing, Yunani, Latin, Sansekerta, Inggris, Jerman dan lain-lain. Itu tanda kurang menghargai milik sendiri, bahasa Indonesia.

    Mulus. Mulus itu sifat dari   empat unsur yang ada dalam diri kita manusia: Nafsu + Nalar + Naluri + Nurani. (4N, Kwadran Bele, 2011). Nafsu, keinginan dalam diri kita kalau diatur dengan baik, benar dan bagus, maka jalannya mulus. Makan. Nasi yang kita makan hasil keringat kita sendiri yang diolah dari beras yang baik mutunya, maka ditelan dengan mulus dan dicerna dengan mulus oleh usus kita. Nalar, daya pikir kita itu mulus sejauh yang kita pikir itu hal-hal yang baik, benar dan berguna untuk diri dan sesama. Naluri kita mendorong diri kita untuk hidup mulus, tanpa berperkara siang malam dengan sesama, mulai dari keluarga, tetangga sampai masyarakat luas. Nurani kita menjadi mulus tak bercacat kalau Nafsu terkendali, Nalar jernih, Naluri murni. TUHAN Pencipta kita menghendaki kita ada bersama di dunia ini untuk hidup mulus, tidak kasar, tidak ribut, tidak ceroboh.

    Mulus. Alangkah indahnya hidup yang mulus karena halus, lurus, tulus sehingga lulus dan dinyatakan kudus. Kita tidak boleh sesaat pun lupa akan asal kita yang dirancang oleh Pencita dari kudus ke kudus. Karena DIA adalah Mahakudus. Ini benar. Dan kebenaran ini jangan diaduk-aduk dengan pertanyaan aneh-aneh tentang arti asal dan tujuan hidup kita. Percaya saja bahwa hidup ini memang demikian. Mulus dari TUHAN, mulus dalam TUHAN dan kembali ke TUHAN dalam keadaan mulus. Hidup yang mulus itu membuat diri kita senang, hasil Nafsu, gembira hasil Nalar, puas hasil Naluri, bahagia hasil Nurani. Cukup, itu saja.

  • Lurus & Lulus & Tulus & Kudus

     

    Lurus & Lulus &Tulus & Kudus. Empat kata ini erat berkaitan satu dengan yang lain. Empat kata ini tertanam dalam diri setiap orang. Pribadi setiap orang itu terdiri dari empat unsur: NAFSU + NALAR + NALURI + NURANI. Satu kesatuan. (4 N, Kwadran Bele, 2011).

    Lurus erat kaitannya dengan NAFSU. Lulus ada hubungan dengan NALAR. Tulus menyangkut peran NALURI. Kudus itu ukuran untuk NURANI. Setiap manusia merindukan untuk hidup yang Lurus & Lulus &Tulus & Kudus. Hidup manusia mulai dari keluarga sampai masyarakat luas, kalau empat keadaan ini terwujud maka akan terjadilah suasana yang aman dan damai.

    Lurus. Tidak bengkok. Ikut aturan sesuai isi aturan itu. Itu namanya lurus, tidak tambah-kurang isi aturan. Aturan mengatakan, jangan menghina sesama. Kalau menghina, ini yang namanya bengkokkan aturan, akibatnya hubungan antara yang menghina dan yang dihina tidak lurus lagi.

    Lulus. Ada ujian, kerjakan dengan baik, jawab setiap soal dengan benar, maka dinyatakan lulus. Hidup ini ada banyak tantangan, kesulitan yang namanya  ujian. Hadapi tantangan dan atasi kesulitan dengan tabah dan gagah, itu baru namanya lulus. Bangga sudah tempuh ujian dengan baik. Hidup ini ujian. Hidup baik, lulus. Hidup tidak baik, tidak lulus. Semua kita harap dan berjuang untuk lulus.

    Tulus. Tulus itu seperti air yah air, tidak minyak. Minyak yah minyak, tidak air. Apa adanya. Tulus ditambah kata ikhlas. Itu tampak dari beningnya budi tenangnya hati. Orang tulus budi halus. Hidup seperti inilah yang dikehendaki oleh Pencipta kita, tulus seperti merpati yang makan apa yang ada di depannya dan tidak merampas dari jatah sesama.

    Kudus. Gabungan ketiga kata ini, lurus, tulus dan lulus, jadilah diri kita itu kudus. Kudus itu bukan sesudah mati, tapi selama hidup ini harus kudus. Itu macam apa? Yah, macam adanya Pencipta kita, TUHAN, Yang Mahakudus sehingga kita ciptaan-Nya pun harus kudus.

    Hidup kita jadi indah, segar mekar karena lurus, tulus, lulus dan kudus. Tugas setiap kita, kuduskan diri dan saling menguduskan sebagaimana yang dikehendaki oleh TUHAN. Caranya, yah, hidup kudus itu dengan hidup lurus, lulus dan tulus jadilah kudus.