Day: January 27, 2023

  • Hati Bersih

    Hati bersih. Lawannya hati kotor. Tiap manusia menyadari hatinya bersih atau kotor. Bersih seluruhnya, tidak mungkin. Kotor seluruhnya, juga tidak mungkin. Yang pasti, selama manusia hidup di dunia ini, hatinya pasti kotor. Lalu kapan bersihnya? Bersih itu sesaat sewaktu dibersihkan lalu kotor lagi. Jadi pada dasarnya hati manusia itu kotor? Tidak. Pada dasarnya hati manusia itu bersih. Lalu bagaimana sampai jadi kotor sehingga harus terus dibersihkan?

    Manusia ada empat unsur dalam dirinya, NAFSU + NALAR + NALURI + NURANI. (4N, Kwadran Bele, 2011). Empat unsur ini diberikan oleh Sang Pencipta, TUHAN,dari awal kehidupan setiap manusia. Kalau ada orang yang tidak percaya tentang pemberian TUHAN ini, maka dipersilahkan untuk berhenti membaca sampai di sini saja karena uraian filsafat seterusnya bertitik tolak dari adanya empat unsur, hadiah TUHAN ini yang diberikan kepada setiap manusia. Saya sebagai penulis artikel ini, mempunyai pendapat dan pendirian tak tergoyahkan tentang empat unsur hadiah TUHAN ini sebagai dasar penilaian kepribadian kita manusia.

    Hati bersih itu karena dibersihkan. NAFSU kita selalu ingin penuhi segala kebutuhan yang kita mau. Ini baik dan wajar. NALAR ikut mengolah keinginan NAFSU. Sementara itu NALURI kita sadarkan diri kita untuk hargai keberadaan sesama. NURANI kita siap awaskan untuk penuhi keinginan NAFSU sesuai pertimbangan NALAR dan kepentingan sesama yang diingatkan oleh NALURI, secara baik dan benar. Sebab TUHAN Yang menciptakan kita ini Sumber Kebaikan dan Kebenaran. Semua tindakan kita harus baik dan benar.

    NAFSU yang berlebihan, NALAR yang menyimpang, NALURI yang bingung,   NURANI yang kabur membuat hati kita yang bersih jadi kotor. Tidak baik lagi dan tidak benar lagi. Akibatnya, marah, iri, dengki, takabur, terjadi sebagai penampilan hati yang tidak bersih.

    Sebaliknya hati yang bersih akan tergambar pada wajah yang bugar,  otak yang segar, langkah yang tegar dan bathin yang binar.

    Bayangkan kalau kita semua manusia ini punya hati bersih.

  • Isi Otak

    Isi otak. Apa yang ada dalam otak, itulah isinya. Bisa juga kegiatan, isi apa-apa dalam otak. Dengan demikian otak ada isi dan isi otak menjadi kekayaan setiap pribadi manusia. Tidak ada satu otak pun yang tidak ada isinya. Setiap otak ada isi. Sekarang saya ketik huruf-huruf yang jadi kata lalu kalimat dan jadi uraian filsafat ini hasil dari otak yang ada isi dan isi otak yang dipancarkan. Isi otak semakin dikeluarkan semakin ada yang masuk dan semakin berisi.

    Otak saya sekarang penuh dengan uraian filsafat tentang empat unsur dalam diri manusia, NAFSU + NALAR  + NALURI + NURANI. (4N, Kwadran Bele, 2011). Kita manusia ada NAFSU, unsur pertama yang mendorong kita untuk isi otak dan isi otak diaduk untuk mewujudkan apa yang dikehendaki oleh NAFSU. Dalam otak ada isinya yang berputar oleh dorongan NALAR. Berbagai pengalaman dan pengetahuan tersimpan dalam otak dan menjadi bahagian dari isi otak. Isi otak ini tidak pernah berkurang. Terus bertambah dari saat ke saat. Ini hasil dari NALURI yang mendorong kita manusia untuk bergaul dengan sesama dan terus menambah isi dalam otak. Isi otak kita diolah oleh NURANI yang menapis sampai ada hasil yang nampak dalam dua kemungkinan, baik atau buruk.

    Isi otak kita kalau tidak dibagi kepada sesama, maka ibarat air dalam bak tampungan, akan membuat bak itu kotor dan berlumut. Isi otak harus dibagi agar ibarat bak air terus dikuras dan terus bersih dan isinya segar. Membagi isi otak tidak mungkin membuat otak kita kosong, kehabisan isinya. Semakin dibagi semakin berisi otak kita itu.

    Isi otak itu campur aduk antara yang yang baik dan yang buruk. Setiap pribadi mengisi otaknya dengan berbagai cara dan bahan yang dimasukkan pun tergantung pada tiap diri kita. Masukkan yang buruk, isi otak kita jadi buruk, kotor. Masukkan yang baik, isi otak kita jadi baik, jernih.

    Tiap pribadi kita diciptakan oleh TUHAN, Sang Pencipta dengan otak yang sudah ada isi sejak awal kehidupan. Isi ini yang berkembang karena terus dikembangkan lalu menjadi pusaka diri kita yang ditampilkan dalam setiap detak jantung kita untuk menapaki hidup ini langkah demi langkah.

    TUHAN Pencipta kita tetap menuntun kita untuk isi dan pakai isi otak kita dengan baik dan benar demi kedamaian dan kebahagiaan hidup kita, baik di dunia ini maupun sesudah terlepas bebas ke dalam hidup tanpa batas.