Day: March 6, 2023

  • Turut Serta

    Turut serta. Ini bisa ada dua kemungkinan. Turut serta dalam hal yang baik, atau turut serta dalam hal yang kurang baik. Kita manusia ini ada dalam diri kita empat unsur itu: NAFSU + NALAR + NALURI + NURANI. (4N, Kwadran Bele, 2011). Artikel ini muncul dalam situasi konkrit yang sedang saya alami saat ini.

    Turut serta. Ada kawan akrab saya yang sudah banyak berbuat baik bagi diri saya, sedang mengalami masalah. Entah benar atau tidak, saya cuma mengikutinya lewat media sosial. Begitu banyak komentar miring tentang kawan saya ini yang terhitung orang terpandang dalam masyarakat. Komentar positif sedikit sekali. Itu pun kalau muncul, langsung ditanggapi dengan nada sangat sinis, dicap penjilat, pengekor, kelompok komplotan jahat. Begitu banyak orang turut serta dalam hujatan terhadap kawan saya ini.

    Turut serta. Waktu artikel ini saya tulis, saya turut serta dalam kelompok kecil yang membela kawan saya yang sedang terpojok ini. Saya tidak turut serta memojokkan. Kalau hukum orang Yahudi dahulu pada abad-abad sebelum dan sesudah Masehi, tercatat, orang yang bersalah berat dihukum rajam dengan batu di pintu gerbang kota sampai orang itu mati tertimbun bebatuan yang terlontar dari semua warga kota. Kawan saya sedang dirajam. Saya tidak turut serta merajam. Karena tidak sampai hati.

    Turut serta. Tiap kita manusia ini, saya, anda, dia, kita, sama-sama turut serta merajam atau tidak merajam sesama dalam kasus apa saja. Saya turut serta dalam orang-orang yang tidak merajam teman saya. Di pihak lain, banyak orang yang turut serta merajam teman saya. Yang netral, tidak ada. Kalau ada yang mengetahui ulah kawan saya ini dan tidak berbuat apa-apa, itu omong kosong. Tidak berkomentar pun sudah turut serta dalam tidak menghukum. Hanya ada dua kemungkinan. Turut serta menghukum atau tidak menghukum.

    Turut serta. Mengapa saya tidak turut serta dalam mencerca dan mempersalahkan teman saya ini? Ada dua alasan mendasar. Pertama, dia, teman saya dan saya kenal baik diri dan latar-belakangnya serta posisi darurat yang sedang dia hadapi. Dia sudah dan sedang dirajam. NAFSU untuk turut serta menghukum, tidak muncul. NALAR saya beri pertimbangan untuk pikir dan pikir bahwa hari ini dia, besok atau lusa, diri saya pun bisa saja terjerumus pada masalah yang sama. NALURI saya membuat diri saya tidak tega turut serta menghukum karena teman saya sedikit banyak sudah pernah berjasa untuk saya. NURANI saya berbisik untuk menolong atas bermacam cara dan tidak boleh turut serta menghukum. Alasan kedua: kita manusia ini bukan malaikat. Pernah dan akan pernah jatuh dalam kesalahan entah besar atau kecil. Diri saya pun tidak luput dari kesalahan-kesalahan yang sudah pernah saya lakukan dan kemungkinan besar di hari-hari nanti, tertimpa malapetaka dalam bentuk yang lain.

    Turut serta. Sebaiknya kita manusia ini turut serta berpikir yang baik bersama-sama, berkata yang santun serentak, berbuat yang luhur secara bergotong-royong dan beramal secara ikhlas terhadap sesama di hadirat Yang MAHA-AGUNG. Ini tidak berat. Turut serta berbuat yang baik, manfaatnya baik berlipat-ganda. Itulah tujuan kita hidup di dunia ini.

    Sakit Lutut dan Sendi akan Hilang jika Anda Lakukan Ini Setiap Pagi
    Recommended by

     

    EDIT HAPUS

    Lihat Filsafat Selengkapnya
    BERI NILAI
    Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
    AKTUAL
    BERMANFAAT
    INSPIRATIF
    MENARIK
    MENGHIBUR
    UNIK
    Belum ada penilaian.
    Jadilah yang pertama untuk
    memberikan penilaian!
    BERI KOMENTAR

    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    KIRIM
    Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
    VIDEO PILIHAN
    TAG
    humaniora

    filsafat
    TANGGAPI DENGAN ARTIKEL
    RESPONS : 0
    KONTEN SPONSOR

     

    Turunkan 18 Kg dengan Konsumsi sebelum Tidur selama Seminggu

    Membersihkan Pembuluh Darah Anda dari Kolesterol & Sumbatan Darah

    Rambut Pasti Tumbuh Lebat! Tak Peduli Seberapa Parah Botak

    Warga Kupang Yang Sakit Lutut dan Pinggul Wajib Membaca Ini!
    Diabetes Reda dan Pankreas Pulih jika Anda Lakukan Sekali Sehari

    The Craziest Game Of 2023!
    Artikel Terkait
    Siapa yang Menderita Diabetes Baca Segera sebelum Dihapus
    PR
    Warga Nusa Tenggara Timur Yang Sakit Lutut dan Pinggul Wajib Membaca Ini!
    PR
    Konflik Etnis Tionghoa dan Pribumi di Surakarta (1972-1998)
    Banyak Pasien Diabetes Indonesia Nyesal Tak Cepat Tau Ini
    PR
    ACR Juarai Ganesha Bridge Open Tournament 2023
    Diabetes Hilang 100% jika Pankreas Pulih, dengan Makan Ini
    PR
    Recommended by

    Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana
    Daftar

    POPULERREKOMENDASI

    1
    Bantai Man United 7-0, Liverpool Era Baru Telah Lahir
    Dani Ramdani
    Dibaca 637
    2
    Luis Diaz dan Diogo Jota, Kolaborasi Epic Tangkis Tekel Serangan Ganas Rivalnya!
    M ERIK IBRAHIM
    Dibaca 502
    3
    ACR Juarai Ganesha Bridge Open Tournament 2023
    Bert Toar Polii (Bertje)
    Dibaca 431
    4
    Sekolah Mulai Jam 5 Pagi?
    Roselina Tjiptadinata
    Dibaca 311
    5
    Liverpool Remukkan MU 7-0, Menikmati Ketajaman Trisula The Reds
    Adian Saputra
    Dibaca 309
    Selengkapnya
    NILAI TERTINGGI

    Sekolah Mulai Jam 5 Pagi?
    Roselina Tjiptadinata

    Pinjol dan Paylater Singkirkan Dominasi Bisnis Kartu Kredit
    Irwan Rinaldi Sikumbang

    Liverpool Menang dan “Biang Kekalahan” Manchester United
    AKIHensa

    Rotasi Jobdesc Itu Bukan Punishment
    Sigit Eka Pribadi

    Kalau Dulu Para Presiden adalah Pembaca, Apakah Presiden Berikutnya adalah Penulis?
    INDRIAN SAFKA FAUZI (Aa Rian)
    TERBARU

    Hasil Survei IPK & IKM Rupbasan Purbalingga Periode Februari 2023
    RUPBASAN PURBALINGGA
    0

    KKN XXI.A.3 UAD MENYULAP EMBER CAT MENJADI TEMPAT SAMPAH YANG BERMANFAAT
    muhammad rifky
    0

    Koperasi Konsumen IKA Alumni SMKN 1 Metro Adakan Grand Launching IKAFlorist
    Arroyyan Dwi Andini
    0

    The Wonder: Florence Pugh Memukau dalam Kisah yang Menarik tentang Iman dan Skeptisisme
    Chandra Kesuma
    0

    Rencana tinggal rencana
    Ulfa Yulianingsih
    0
    ARTIKEL UTAMA

    “Call Me Chihiro”, Sisi Lain Kehidupan Mantan Pekerja Seks
    Rd.
    177

    Siswa Finlandia Sekolah Jam 9 Pagi dan Mereka Lebih Sukses
    Masykur Mahmud
    499

    Cultuurstelsel, di Balik Alasan Belanda Memilih Tebu dan Kopi Bukan Sagu atau Padi
    Dodik Suprayogi
    212

    ChatGPT Bisa Membuat Artikel Jadi Lebih Bagus
    Budi Susilo
    860

    Bantai Man United 7-0, Liverpool Era Baru Telah Lahir
    Dani Ramdani
    637

    TENTANG KOMPASIANA
    PROFIL
    PERFORMA & STATISTIK
    TIM

    JARINGAN
    KGMEDIA.ID
    SYARAT DAN KETENTUAN
    DEFINISI
    KETENTUAN LAYANAN
    KETENTUAN KONTEN
    PENGGUNAAN DAN HAK CIPTA
    SANGGAHAN DAN PELAPORAN KONTEN
    KETENTUAN PERUBAHAN
    UNDANG-UNDANG ITE
    PRIVACY POLICY
    FAQ KOMPASIANA
    KONTEN
    TEKNIS DAN GANGGUAN
    TIPS DAN TUTORIAL
    BISNIS DAN KERJA SAMA
    BANTUAN
    KONTAK KAMI
    Gedung Kompas Gramedia Palmerah Barat Unit II Lantai 6, Jl. Palmerah Barat No. 29-37, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat 10270
    6221 536 99 200
    6221 5360678
    kompasiana@kompasiana.com
    Untuk Pengajuan Iklan Dan Kerja Sama Bisa Menghubungi:
    kerjasama@kompasiana.com
    © 2018 KOMPASIANA.COM. A SUBSIDIARY OF KG MEDIA. ALL RIGHTS RESERVED
    0
    0
    X CLOSE

     

    Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “Turut serta”, Klik untuk baca:
    https://www.kompasiana.com/belanto/64058585cf40870df91e7e22/turut-serta

    Kreator: Anton Bele

     

    Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

    Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com